China and Hamas
BBC Indonesia, 30 Mei, 2006
China has again urged the Hamas-led Palestinian government to recognise Israel's right to exist and to renounce the use of violence. The call by the Chinese Foreign Ministry came on the eve of a visit by the Palestinian Foreign Minister, Mahmoud al-Zahar. He will arrive in Beijing on Wednesday to attend a conference on co-operation between China and the Arab world. Mr al-Zahar will also hold talks with his Chinese counterpart, Li Zhaoxing.
The two-day meeting of the China-Arab Co-operation Forum will be attended by Arab foreign ministers. It will be co-chaired by the Arab League Secretary-General, Amr Moussa. Correspondents say that it's part of Beijing's push to develop closer trade and political ties with the Arab world, particularly in the energy sector. On Monday, Mr al-Zahar withdrew from a Non-Aligned Movement meeting in Malaysia, in an apparent protest at the presence of a senior member of the rival Palestinian Fatah faction.
Cina dan Hamas
Cina kembali meminta pemerintah Palestina yang dipimpin Hamas agar mengakui hak Israel untuk hidup dan melepaskan tindak kekerasan. Imbauan departemen luarnegeri Cina itu muncul sehari menjelang lawatan Menteri Luarnegeri Palestina, Mahmoud al-Zahar, yang akan tiba di Beijing besok untuk menghadiri konferensi mengenai kerjasama antara Cina dan dunia Arab. Al-Zahar akan mengadakan pembicaraan dengan Menlu Cina, Li Zhaoxing.
Forum kerjasama Cina-Arab yang berlangsung 2 itu dihadiri oleh para menteri luarnegeri Arab. Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa bertindak sebagai salah satu ketua bersama forum. Para wartawan mengatakan, acara ini adalah bagian dari upaya Beijing untuk mengembangkan hubungan perdagangan dan politik yang lebih erat. Hari Senin, al-Zahar mundur dari pertemuan Gerakan Non-Blok di Malaysia, tampaknya sebagai protes atas kehadiran seorang anggota senior faksi Palestina saingan Hamas, Fatah.
UN AIDS report
The United Nations is today publishing what it says is its most comprehensive study so far of how the world is tackling AIDS. The report from the agency, UN AIDS, covers one-hundred-and-twenty-six countries and is expected to show that although the epidemic overall is levelling off, some African countries are among the worst affected.
The report says the problem is particularly acute in sub-Saharan Africa, though some nations such as Zimbabwe and Kenya have made progress through effective treatment programmes. The report is published on the eve of a UN conference in New York which opens on Wednesday and will discuss the how best to tackle AIDS.
Laporan AIDS PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini akan menerbitkan naskah yang disebutnya laporan penelitian yang paling lengkap sejauh ini mengenai bagaimana dunia menangani penyakit AIDS. Laporan yang dari badan PBB, UN AIDS, itu mencakup seratus-dua-puluh-enam negara dan tampaknya akan memperlihatkan bahwa meskipun wabah itu merata, tetapi sejumlah negara Afrika paling berat dilanda penyakit itu.
Laporan tersebut menyatakan, masalah yang sangat akut terjadi di Afrika sub-Sahara, meski negara-negara seperti Zimbabwe dan Kenya mencapai kemajuan melalui program pengobatan yang efektif. Laporan ini diterbitkan menjelang konferensi PBB di New York yang akan dibuka hari Rabu, dan akan membahas cara terbaik untuk mengatasi AIDS.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home