• Romantique Rooms

  • | Serambi Muka | Petuah E-Tafakkur | Irama Dakwah | Teropong | Belajar Menterjemah | Rumah Lama |

    Tuesday, July 04, 2006

    Autopsies on Saudi men

    BBC Indonesia, 26 Juni, 2006

    The authorities in Saudi Arabia are conducting autopsies on the bodies of the two Saudi men who died, along with a Yemeni prisoner, at the United States detention centre at Guantanamo Bay earlier this month. The US military said the three inmates committed suicide, but family members have refused to accept that.
    The father of one of the Saudi men (Yasser Zahrani) says his son was a good Muslim who would never have taken his own life. Speaking to the BBC, Talal Zahrani said he believed his son had died after violent scuffles broke out between prisoners and the guards at Guantanamo Bay last month.

    Saudi otopsi dua warga

    Pihak berwenang Arab Saudi melakukan otopsi terhadap dua jenazah warga negaranya yang meninggal, bersama seorang warga Yaman, di pusat tahanan Teluk Guantanamo awal bulan ini. Militer Amerika Serikat mengatakan tiga tawanan melakukan bunuh diri, namun keluarga mereka menolak pernyataan itu. Ayah salah satu warga Saudi yang meninggal, Yasser Zahrani mengatakan puteranya muslim yang taat dan tidak mungkin bunuh diri. Saat berbicara kepada BBC, Talal Zahrani mengatakan, dia yakin anaknya tewas setelah terjadi perkelahian antara tahanan dan penjaga penjara Teluk Guantanamo bulan lalu.

    Faster genetic screening

    British researchers say they have developed a simpler and quicker way to screen embryos for genetically inherited diseases. The technique, to be presented at a meeting (of the European Society for Human Reproduction and Embryology) in Prague today, involves testing embryos for faulty chromosomes relating to specific diseases which may be prevalent in individual parents.

    Currently a cell is taken from an early stage embryo and examined for hundreds of different faults for a particular disease to see if it has a defective gene, a procedure that can take months. The scientists at Guy's and St Thomas's Hospital in London say their new technique should increase the number of disorders that can be detected. (Critics say the development will increase the use of a technique that they believe to be fundamentally wrong).

    Pemeriksaan genetis lebih cepat

    Tim peneliti Inggris menyatakan berhasil mengembangkan cara yang lebih mudah dan cepat untuk memeriksa embrio untuk menemumkan penyakit yang diturunkan secara genetis. Tekhnik yang akan disajikan dalam pertemuan di Praha hari ini itu, meliputi pemeriksaan atas kromosom cacat di embrio yang berhubungan dengan penyakit tertentu, yang kemungkinan dimiliki oleh salah satu orang tua embrio.

    [Dengan tekhnik yang ada] Saat ini sebuah sel diambil dari embrio usia muda dan proses pencarian gen cacat bisa memakan waktu berbulan-bulan. Para ilmuwan dari rumah sakit Guy and Saint Thomas di London mengatakan teknik baru temuan mereka bisa meningkatkan jumlah embrio cacat yang diketahui lebih dini. Para pengkritik mengatakan, perkembangan ini akan meningkatkan penggunaan teknis yang mereka yakini sangat keliru.

    0 Comments:

    Post a Comment

    << Home